Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan
Virus Corona COVID-19 saat ini telah berdampak bagi seluruh masyarakat dan bagi sektor pendidikan di Indonesia. hal ini telah diakui oleh (UNESCO) pada kamis (5/3) bahwa wabah Virus Corona telah berdampak terhadap sektor pendidikan. hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya diseluruh dunia dan mengancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan.. Dengan seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semua bentuk interaksi sosial dari dunia nyata kedalam dunia maya akan semakin mudah. Meskipun intensitas interaksi sosial ditengah pandemi ini menjadi minim, interaksi yang terjadi antara siswa dengan guru tetap terjalin tetapi hanya sebatas penyampaian materi, pemberian tugas, dan penagihan tugas saja, serta terbatasnya diskusi dalam pembelajaran.
Perubahan sistem pendidikan dan dampaknya selama pandemi
Berubahnya sistem Pendidikan di Indonesia dari pembelajaran
tatap muka di kelas menjadi pembelajaran jarak jauh berbasis internet (e-learning)
memberikan dampak positif dan negatif bagi siswa maupun guru. Dengan adanya
pembelajaran jarak jauh berbasis e-learning baik siswa maupun
guru semakin melek teknologi karena, semakin berkembangnya teknologi semakin
banyak platform atau media belajar online yang disediakan seperti Zoom
Us, Google Classroom, WhatsApp Group, dan lain sebagainya.
Namun, tidak dapat dihindari pula ada dampak negatif dari
pembelajaran jarak jauh ini salah satunya yaitu:
- Berkurangnya
interaksi antara siswa dengan guru dan antara siswa yang satu dengan yang
lain dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka,
- Tidak
jarang pula siswa menjadi hilang fokus sehingga pemahaman atas materi yang
disampaikan guru tidak tersampaikan atau dipahami dengan baik oleh
siswa,
- Materi
yang disampaikan pun tidak menyeluruh sehingga kurang efektif, hal ini
karena media yang digunakan terhalang oleh ruang dan waktu,
- Pemberian
tugas dari guru yang dirasa berat oleh sejumlah siswa karena tugas yang
menumpuk atau waktu belajar yang sempit atau sedikit, serta
- Kesulitannya
koneksi internet yang dialami dalam mengakses media online yang digunakan.
Selama belajar dari rumah sebanyak 73,2 persen siswa merasa
berat mengerjakan tugas dari para guru. Sementara 26,8 persen mengaku tidak
berat dengan penugasan yang diberikan para guru. (sumber: cnnindonesia.com).
Pemberian materi yang dilakukan oleh guru dirasa kurang efektif dan maksimal
bagi sejumlah siswa. Namun Kemendikbud sudah mengeluarkan beberapa regulasi
selama pandemi ini berupa penggunaan dana BOS untuk didistribusikan menjadi
kuota internet dan adanya kerja sama Kemendikbud dengan TVRI berupa program TV
dalam upaya belajar dari rumah untuk meringankan para siswa agar tidak
memerlukan akses internet
Interaksi sosial
Interaksi sosial antar manusia tidak harus bertemu secara
langsung, bersentuhan ataupun bertatap muka. Interaksi yang terjalin melalui
media online juga termasuk interaksi sosial karena, karena pada dasarnya
prinsip-prinsip interaksi tersebut tidak hilang. Interaksi sosial yang baik
tidak dilihat dari seberapa banyaknya pertemuan tetapi lebih kepada
kualitasnya.
Menurut Soekanto (2002) interaksi sosial merupakan
hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang meliputi hubungan antara orang
perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara perorangan dengan
kelompok manusia.
Ada tiga bentuk interaksi yang terjadi selama
pembelajaran jarak jauh:
- Interaksi
yang dapat terjadi antara siswa dengan guru dan antara siswa yang satu dengan
lainnya pada tempat yang sama namun waktu yang berbeda. Dalam interaksi
ini guru menyampaikan materi pembelajaran dan menyimpannya dalam
bentuk soft copy kemudian siswa mempelajarinya dan bisa
berinteraksi dengan siswa lainnya menggunakan media online yang telah
disediakan atau yang telah disepakati. Kemudian guru memberikan feedback berupa
nilai terhadap tugas yang telah diberikan. Dalam interaksi ini diharapkan
tujuan pembelajaran dapat tercapai meskipun tidak bertatap muka secara
langsung.
- Interaksi
yang dapat terjadi antara siswa dengan guru dan antara siswa yang satu
dengan yang lain dalam waktu yang sama namun tempat yang berbeda. Metode
belajar ini seperti dalam penggunaan media online berupa video
call untuk penyampaian materi pembahasan dalam belajar. Metode
ini pada dasarnya sama seperti bertatap muka dalam kelas namun dilakukan
dalam lokasi yang berbeda dan melalui media komunikasi. Metode
pembelajaran ini diharapkan tujuan pembelajaran tercapai meskipun tidak
berada pada lokasi yang sama.
- Interaksi
yang dapat terjadi antara siswa dengan guru dalam waktu dan lokasi yang
berbeda. Dengan guru memberikan materi pembahasan dan tugas kepada siswa
melalui email. Interaksi dalam metode pembelajaran ini guru tidak hanya
berperan untuk memberikan materi pembahasan tetapi juga sebagai monitor
agar interaksi terjalin dengan baik antara guru dengan para siswa dan
antara siswa yang satu dengan yang lain, sehingga e-learning ini
tidak hanya sebatas download dan upload materi
saja.
Kendala kurangnya interaksi antara siswa dengan guru ini
bisa diatasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi, karena dengan memanfaatkan perkembangan ini memungkinkan komunikasi
dua arah, dengan adanya media internet bisa lebih komunikatif dan interaktif,
sehingga kualitas pembelajaran bisa meningkat dan mencakup lebih luas lagi.
Dengan adanya perkembangan teknologi infomasi dan komunikasi ini justru
memberikan kemudahan bagi para penggunanya untuk melakukan interaksi sosial
meskipun terhalang ruang dan waktu.
Meskipun dengan pembelajaran jarak jauh namun dengan adanya
perkembangan teknologi ini siswa dan guru tetap bisa berinteraksi serta
pemberian materi tetap berlangsung dengan baik meskipun mungkin belum maksimal.
Dalam hal ini diharapkan adanya kerja sama antara siswa dengan guru untuk
memaksimalkan pembelajaran melalui media online sehingga terciptanya kualitas
dalam pembelajaran, meskipun tidak dengan bertatap muka secara langsung serta
guru dan siswa juga perlu memahami bagaimana sistematika pembelajaran jarak
jauh dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tercapai meskipun dengan belajar
dari rumah.
Dalam pembelajaran jarak jauh berbasis e-learning ini
guru selain berperan sebagai pemberi materi pembahasan juga berperan sebagai
fasilitator agar terciptanya interaksi yang baik antara guru dengan siswa dan
antara siswa yang satu dengan yang lain walaupan tidak terjadi dalam bertatap
muka secara langsung.
Selain interaksi sosial yang terjadi antara guru dengan
siswa atau siswa dengan siswa lainnya berkurang, tetapi proses penyampaian
materi pembahasan juga menjadi kurang optimal. Walaupun sistem pendidikan
menjadi e-learning tetap perlu terjalinnya interaksi yang baik
antara guru dan siswa serta siswa yang satu dengan yang lain agar tercapainya
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Nama: Gideon Petra Malia
Nim : 20310410066
Komentar
Posting Komentar